Problematika Pikiran Dalam Kepala Manusia Saat Menuju Kedewasaan

Problematika Pikiran Dalam Kepala Manusia Saat Menuju Kedewasaan

Manusia mudah senang mudah sedih, mudah marah mudah kecewa. Dan untuk menciptakan perasaan itu pun bisa dilakukan oleh siapa saja. Orang asing pun bisa saja membuat anda bahagia, sedih, dan marah dengan mudah. Entah dari ucapan atau tindakan. Sehingga kita bisa lihat, sebesar itu dampak dari sebuah perbuatan dan omongan. Jadi sebelum kita berbicara atau berbuat sesuatu, pikirkan dulu. Karena apapun yang keluar dari mulut kita atau tindakan kita bisa berpengaruh besar pada orang disekitar kita.

Problematika Pikiran Dalam Kepala Manusia Saat Menuju Kedewasaan

Sebelum anda mengeluarkan suatu pernyataan atau pertanyaan, pikirkan dulu. Pikirkan jika orang memberikan pernyataan atau pertanyaan seperti itu padamu, apa responmu, apa pandanganmu. Jika tidak masalah, ya silahkan, tapi jika anda saja tidak terima, ya jangan mengeluarka omongan itu kepada orang lain. Cobalah untuk melatih sikap ini. Tidak ada hal yang indah diperoleh dengan mudah. Tidak ada hal yang bagus bisa dicapai dengan mudah. Pasti akan ada proses.

Sehingga manusia akan belajar dari proses itu. Jika ingin mendapatkan baik, lakukan lah yang baik. Jika ingin mendapatkan hasil yang sempurna, lakukanlah dengan benar. Ada aksi ada hasil. Ada asap ada api. Jadi selalu perhitungkan langkahmu, sikapmu. Dan itulah yang akan anda dapatkan. Jangan bermain dengan perasaan. Saat anda bermain dengan perasaan, anda bermain dengan pikiran. Saat anda bermain dengan pikiran, pada akhirnya anda akan mempertanyakan lagi siapa anda, siapa yang bisa anda percayai.

Dan anda sendiri pun akan tersesat dengan pikiran anda sendiri. Sehingga jangan pernah bermain dengan perasaan. Jika anda sedih, ya sedih, anda senang, ya senang, tidak usah tahan, tidak usah tutupi. Karena itu anda. Belajar jujur pada diri sendiri maka anda akan tahu kemana anda pergi, kemana tujuan anda, apa keinginan anda. Sehingga anda bisa tentukan akan menjadi apa anda. Anda akan dikenal sebagai orang yang seperti apa. Orang yang bisa menjadi berkat bagi orang banyak, atau orang yang hanya akan menyusahkan orang lain.